KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Iklim dan Cuaca".
Penulisan makalah
adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata
kuliah Geologi Fisik di Jurusan Pertambangan,Universitas Negeri Padang.
Dalam Penulisan
makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan
pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan
makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada
pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.Akhirnya penulis
berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah
memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah,
Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin.
Padang,
Desember 2012
Penulis
UCAPAN TERIMAKASIH
Puji syukur yang akan selalu saya
panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Segalanya, atas segala jalan yang
diberikan meski tak selalu mulus namun pasti terbaik bagi saya! Because I
always believe that everything happens for reasons, rite! Makalah ini
disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan tugas Geologi Fisik.
Enggan memungkiri bahwa dalam
pengerjaan makalah ini tidak lepas dari peran banyak pihak yang disadari
ataupun tidak, langsung ataupun tidak langsung yang memberikan kontribusi atas
selesainya makalah ini. Dan pada bagian ini, saya melayangkan ucapan
terimakasih yang setinggi-tingginya kepada:
1. Bapak Heri
Prabowo S.T, MT selaku dosen pembimbing mata kuliah geologi fisik.
2. Teman-teman
kuliah saya yang memberikan semangat untuk menyelesaikan makalah ini.
Serta semua pihak yang telah membuat
warna-warni dalam pengerjaan makalah ini pada khususnya dan dalam hidup saya pada umumnya karena hidup
tak hanya hitam dan putih, hidup tak hanya untuk diri sendiri. Ternyata
menjadi idealis sangat tidak mudah dan menekan. Mungkin lebih baik kalau
berusaha menjadi realis dengan tetap berbuat sebaik mungkin sebab cinta itu
seperti manusia yang hanya memiliki id tanpa superego, yang
memilih tempat tumbuhnya sendiri.
Padang,
Desember 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . i
UCAPAN
TERIMAKASIH . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . ii
DAFTAR
ISI . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . iii
BAB
I . PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . 1
A. Latar Belakang . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
B. Maksud dan Tujuan . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1
C. Manfaat . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . . . 1
BAB
II. IKLIM DAN CUACA . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . 2
A. Defenisi Iklim dan Cuaca . . . . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . 2
B. Unsur-Unsur Iklim dan Cuaca
C. Alat Pengukur Iklim Dan Cuaca
D. Klasifikasi Iklim
E. Gejala-Gejala Cuaca
F. Gejala Optic Atmosfer
G. Perubahan Iklim
F. Dampak Perubahan Iiklim
G. Manfaat Iklim Dan Cuaca Dalam Kehidupan Sehari-Hari
BAB
III. PENUTUP
A.
Kesimpulan
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Bumi
kita senantiasa diselimuti oleh udara. Udara yang menyelimuti bumi disebut
dengan atmosfer yang teridiri dari gas. Atmosfer berdasarkan temperaturnya
terdiri dari beberapa lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Perubahan cuaca dan iklim terjadi
pada lapisan troposfer.
Perubahan
cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur : temperatur tekanan, kelembaban, angin,
awan, dan curah hujan. Pengertian cuaca adalah rata-rata udara di suatu tempat
uang terbatas dan relatif sempit, sedangkan iklim adalah keadaan rata cuaca di satu
daerah yang cukup luas dan dalam kurun waktu yang cukup lama. Iklim dunia
dikelompokan berdasarkan berdasarkan garis lintang dan garisbujursertasuhu. Kita
hanya mengetahui kata iklim dan kata cuaca, akan tetapi kurang mengerti akan
arti dari iklim atau cuaca tersebut apa. Maka dari itu saya menjadikan “Iklim
Dan Cuaca” sebagai pembahasan dalam Makalah ini.
B. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengertian iklim dan cuaca
2. Untuk mengetahui unsur-unsur iklim dan cuaca
3. Untuk mengetahui alat pungukuran iklim dan cuaca
C. Manfaat
Manfaat penulisan dari makalah ini yaitu untuk menambah
pengetahuan tentang iklim dan cuaca yang sebelumnya kurang mengerti akan iklim
atau cuaca tersebut apa.
BAB
II. IKLIM DAN CUACA
A. Defenisi Iklim dan
Cuaca
Iklim
adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang
relatif lama.Cuaca adalah keadaan udara pada suatu waktu yang relatif singkat
dan tempat yang relatif sempit.
Iklim didefinisikan sebagai berikut
:
- Sintesis kejadian cuaca selama kurun waktu yang panjang, yang secara statistik cukup dapat dipakai untuk menunjukkan nilai statistik yang berbeda dengan keadaan pada setiap saatnya (World Climate Conference, 1979).
- Konsep abstrak yang menyatakan kebiasaan cuaca dan unsur-unsur atmosfer disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Glenn T. Trewartha, 1980).
- Peluang statistik berbagai keadaan atmosfer, antara lain suhu, tekanan, angin kelembaban, yang terjadi disuatu daerah selama kurun waktu yang panjang (Gibbs,1987).
Ilmu yang mempelajari seluk beluk
tentang iklim disebut klimatologi.
Beberapa definisi cuaca adalah :
- Keadaan atmosfer secara keseluruhan pada suatu saat termasuk perubahan, perkembangan dan menghilangnya suatu fenomena (World Climate Conference, 1979).
- Keadaan variable atmosfer secara keseluruhan disuatu tempat dalam selang waktu yang pendek (Glen T. Trewartha, 1980).
- Keadaan atmosfer yang dinyatakan dengan nilai berbagai parameter, antara lain suhu, tekanan, angin, kelembaban dan berbagai fenomena hujan, disuatu tempat atau wilayah selama kurun waktu yang pendek (menit, jam, hari, bulan, musim, tahun) (Gibbs, 1987).
Ilmu yang mempelajari seluk beluk
tentang cuaca disebut meteorologi.
Pengertian iklim menurit para
ahli yaitu :
Ø
Trewartha and
Horn (1995) : mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep
yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari
dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu
yang panjang. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada
konsep iklim yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian
dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh
gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim
penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan
keadaan atau nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting.
Ø
Trenberth,
Houghton and Filho (1995) : mendefinisikan perubahan iklim sebagai
perubahan pada iklim yang dipengaruhi langsung atau tidak langsung oleh
aktivitas manusia yang merubah komposisi atmosfer yang akan memperbesar
keragaman iklim teramati pada periode yang cukup panjang. Menurut Effendy
(2001) salah satu akibat dari penyimpangan iklim adalah terjadinya fenomena
El-Nino dan La-Nina. Fenomena El-Nino akan menyebabkan penurunan jumlah curah
hujan jauh di bawah normal untuk beberapa daerah di Indonesia. Kondisi
sebaliknya terjadi pada saat fenomena La-nina berlangsung.
Ø
Menurut
Winarso (2003) : berdasarkan kajian dan pantauan dibidang iklim
siklus cuaca dan iklim terpanjang adalah 30 tahun dan terpendek adalah10 tahun
dimana kondisi ini dapat menunjukkan kondisi baku yang umumnya akan berguna
untuk menentukan kondisi iklim per dekade. Penyimpangan iklim mungkin akan,
sedang atau telah terjadi bila dilihat lebih jauh dari kondisi cuaca dan iklim
yang terjadi saat ini.
B. Unsur-Unsur
Iklim dan Cuaca
1. Radiasi Matahari (Surya)
Yang menyebabkan adanya panas di permukaan bumi. Radiasi matahari
datang ke bumi. Radiasi matahari datang ke bumi dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Unsur radiasi matahari yang perlu diperhatikan adalah
intensitas radiasi dan lamanya radiasi berlangsung. Intensitas radiasi matahari
terbesar terjadi di daerah tropis.

Proses terjadinya radiasi matahari

Radiasi surya merupakan unsur iklim/cuaca utama yang akan mempengaruhi
keadaan unsur iklim/cuaca lainnya. Perbedaan penerimaan radiasi surya antar
tempat di permukaan bumi akan menciptakan pola angin yang selanjutnya akan
berpengaruh terhadap kondisi curah hujan, suhu udara, kelembaban nisbi udara,
dan lain-lain. Pengendali iklim suatu wilayah berbeda dari pengendali iklim di
bumi secara menyeluruh. Pengendali iklim bumi yang dikenal sebagai komponen
iklim terdiri dari lingkungan atmosfer, hidrosfer, litester, kriosfer, dan
biosfer. Dalam hal ini akan terjadi hubungan interaksi dua arah di antara ke
lima jenis lingkungan tersebut dengan unsur iklim/cuaca. Kondisi iklim/cuaca
akan mempengaruhi proses-proses fisika, kimia, biologi, ekofisiologi, dan
kesesuaian ekologi dari komponen lingkungan yang ada.
Spektrum radiasi yang dipantulkan dan dipancarkan tanah, vegetasi, air
dan materi lainnya berbeda dengan spectrum radiasi matahari karena
karakteristik serapan, pantulan dan penerusan radiasi matahari oleh
materi-materi tersebut berbeda satu sama lain. Buktinya terlihat pada warna
pada permukaan benda tersebut.
Radiasi surya (solar radiation) merupakan satu bentuk radiasi
thermal yang mempunyai distribusi panjang gelombang yang khusus. Intensitasnya
sangat tergantung ada kondisi atmosfer, saat dalam tahun, dan sudut-timpa (angle
of incidence) sama di permukaan bumi. Pada batas luar atmosfer, radiasi
total adalah 1.395 W/m2 bilamana bumi berada pada jarak rata-ratanya
dari matahari. Angka ini disebut Konstanta Surya (Solar Constant).
Faktor yang mempengaruhi penerimaan radiasi surya di permukaan bumi ada
dua. Pertama jarak dari matahari kebumi. Bumi mengelilngi matahari (revolusi)
dengan lintasan yang elips, perubahan jarak menimbulkan variasi penerimaan
radiasi surya. Perihelion: radiasi maksimum 2.01 ly.min-1(3 Januari jarak
terdekat). Aphelion: radiasi minimum 1.88 ly.min -1 (Jarak terjauh 4 juli).
Kedua Panjang hari dan sudut datang. Selain atmosfer penerimaan radiasi surya
disebabkan oleh sudut jatuh. Sinar jatuh dengan posisi miring, memberikan lebih
sedikit energy radiasi karena lapisan atmosfer menjadi lebih tebal dan bayak
sinar yang dipantulkan.
Umumnya di nusantara sinar matahari terdapat dalam jumlah yang cukup.
Penyinaran yang terlalu kuat dapat merangsang kembang dan buahnya terlalu lebat
karenanya hanya dapat memberi hasil yang baik untuk beberapa tahun saja.
Terlalu banyak matahari juga dapat mengakibatkan terlalu cepat merosotnya
keadaan tanah. Penghancuran humus didaerah-daerah tropis yang lebih rendah juga
sudah berjalan dengan sangat cepat.
2. Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh setiap
satuan luas bidang datar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer. Faktor utama
yang mempengaruhi perbedaan tekenan udara adalah temperature udara. Daerah yang
mendapat panas terus-menerus merupakan daerah yang mempunyai tekanan udara
minimum sedangkan daerah yang pemanasannya kurang, bertekanan maksimum.Tekanan udara adalah suatu gaya yang timbul akibat adanya berat dari
lapisan udara. Udara
yang menyelubungi bumi ini adalah dan mempunyai massa. Alat yang digunakan
untuk mengukur tekanan udara adalah barometer sedangkan alat yang bias mencatat
sendiri disebut barograph.
Rumus yang dapat digunakan untuk
menghitung tekanan adalah p₂ = p₁ - h/8 x 1mb.
p₁ = 1013 mb.
Tekanan udara
adalah berat udara pada permukaan bumi sampai batas atmosfer, pada daerah
seluas 1 cm2 , temperatur 00 C, pada ketinggian 0 m di
atas permukaan laut ( pal ) dan pada garis lintang 450 C. Tekanan
udara tersebut besarnya 75 cm Hg tar. Tekanan 76 cm Hg ini disebut atmosfer.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi sebaran tekanan udara antara lain garis lintang bumi, lautan
dan daratan, untuk menggambarkan tekanan udara disuatu daerah, ditarik
garis-garis isobar. Garis ini menggambarkan sebaran tekanan udara pada suatu
periode tertentu. Tekanan udara selalu turun dengan naiknya ketinggian tempat.
Suatu daerah
yang mempunyai suhu rendah atau dingin mempunyai tekanan udara yang
maksimum,sedang daerah yang mempunyai suhu yang tinggi menyebabkan tekanan
udaranya rendah karena udara mengembang. Hal ini menyebabkan terjadinya angin,
karena udara bertekanan maksimum bergerak menuju daerah yang tekanan udaranya
minimum.
Tekanan udara
dibatasi oleh ruang dan waktu. Artinya pada tempat dan waktu yang berbeda,
besarnya juga berbeda. Tekanan udara secara vertikal yaitu makin ke atas
semakin menurun.
Hal ini
dipengaruhi oleh:
·
Komposisi gas penyusunnya makin ke
atas makin berkurang.
·
Sifat udara yang dapat dimampatkan,
kekuatan gravitasi makin ke atas makin lemah.
·
Adanya variasi suhu secara vertikal
di atas troposfer (>32 km) sehingga makin tinggi tempat suhu makin naik.
Tekanan atmosfer adalah tekanan pada titik manapun di atmosfer bumi. Umumnya, tekanan atmosfer hampir sama dengan tekanan hidrostatik yang
disebabkan oleh berat udara di atas titik pengukuran. Massa udara dipengaruhi
tekanan atmosfer umum di dalam massa tersebut, yang menciptakan daerah dengan
tekanan tinggi (antisiklon) dan tekanan
rendah (depresi). Daerah
bertekanan rendah memiliki massa atmosfer yang lebih sedikit di atas lokasinya,
di mana sebaliknya, daerah bertekanan tinggi memiliki massa atmosfer lebih
besar di atas lokasinya.
3. Suhu atau Temperatur Udara
Temperatur udara adalah derajat
panas udara. Alat untuk mengukur temperature udara adalah termometer.
Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara suatu daerah
adalah :
1. Sudut datangnya sinar mathari
Sudut datangnya sinar matahari sangat menentukan
panasnya sinar suhi dipermukaan bumi. Jika sinar matahari tegak lurus dengan
dengan permukaan bumi maka suhu udara dipermukaan bumi akan mendapatkan
pemanasan yang maksimal. Sedangkan jika arah datangnya matahari itu condong
maka pemanasan permukaan bumi akan tidak masimal.
2.
Lamanya penyinaran
Lamanya penyinaran permukaan bumi juga mempengaruhi suhu
dipermukaan bumi. Lama penyinaran itu juga tergantung pada letak suatu wilayah.
Contoh :
|
lintang
|
Lama waktu penyinaran maksimal
|
|
o°
|
12 jam
|
|
17°
|
13 jam
|
|
41°
|
15 jam
|
|
49°
|
16 jam
|
|
63°
|
20 jam
|
|
66,5°
|
24 jam
|
|
67,5°
|
1 bulan
|
|
90°(kutub)
|
6 bulan
|
3.
Ketinggian tempat
Faktor ini juga sangat mempengaruhi suhu udara. Karna
semakin tinggi di atas permukaan laut semakin rendah suhu udaranya. Penurunan
suhu udara setiap 100 meter yaitu berkurang 0,5°-0,6°c. sedangkan suhu udara
diatas permukaan laut 26°c.
4.
Jarak suatu tempat ke laut
Wilayah laut lebih cenderung untuk menerima panas
sedangan lebih sulit untuk melepaskan panas. Dengan demikian suatu daerah yang
lebih dekat dengan lautan maka suhu udaranya lebih panas dibanding dengan
daerah yang jauh dari lautan.
5.
Banya sedikitnya awan
Semakin banyak awan maka semakin sedikit panas yang
diterima oleh bumi.
Pemanasan permukaan bumi adayang secara langsung ada
juga pemanasan permukaan bumi secara tidak langsung. Pemanasan bumi secara
tidak langsung yaitu :
1.
Konduksi
Konduksi adalah pemanasan yang dilakukan dengan peroses perpindahan panas
antara dua benda yang bersentuhan.
2.
Konveksi
Konveksi adalah perpindahan panas secara gerak vertikal ke atas kebawah.
3.
Adveksi
Adveksi adalah proses pemnindahan secara mendatar/horizontal.
4.
Turbelensi
Turbelensi adalah gerakan angin yang berputar-putar akibat ada tekana
rendah di tengah-tengah tekanan udara yang tinggi.
Garis isotherm adalah garis hayal yang menghubungkan
tempat tempat yang memiliki suhu rata-rata yang sama.
4. Angin
Angin adalah udara yang bergerak. Udara bergerak dari
daerah yang bertekanan maksimum ke daerah yang bertekanan minimum. Angin
terjadi akibat adanya perbedaan tekanan udara. Alat untuk mengukur kecepatan
angin adalah anemometer.
Jenis-jenis angin dapat dibedakan :
a.
Angin tetap yang meliputi angin
barat, angin timur, angin pasat, angin anti pasat
b.
Angin periodik yang meliputi angin
muson adalah angin yang setiap setengah tahun bertiupnya berganti arah angin
muson dapat dibedakan menjadi angin muson laut dan angin muson darat selain
angin muson ada angin darat dan angin laut, angin gunung dan angin lembah.

Proses terjadinya angin lembah dan angin gunung
c. Angin
lokal yang meliputi angin siklon yaitu angin di daerah depresi yang memiliki
barometris minimum dan di kelilingi barometris maksimum, Angin antisiklon
adalah angin di daerah kompresi yang memiliki barometris maksimum dan di
kelilingi barometris minimum, Angin fohn angin yang bersifat panas dan kerin
yang turun di daerah pegunungan.

Angin siklon
Angin adalah udara yang bergerak dari dari tekann
tinggi ketekanan rendah.
kecepatan angin dapat dihitung dengan ada beberapa factor.
Hal yang harus diperhatikan dalam mengamati angin antara lain :
Ø
Kecepatan angin
Ø
Kekuatan angin
Ø
Arah angin
Baromerik adalah angka yang menunjukkan perbedaan
tekanan udara antara 2 isobar melalui garis lurus, dihitung tiap 111 km(jarak
di daerah ekuator = 1°.
Macam-macam angin
v
Angin tetap
Angin tetep adalah angin yang arah tiupanya selalu sama sepanjang tahun.
Contohnya :
·
Angin pasat
·
Angin anti pasat
·
Angin barat
·
Angin timur
v
Angin periodik
Angin periodik dibagi menjadi dua :
·
angin periodik setengah harian,
meliputi : angin darat, angin laut, angin lembah, dan angin gunung.
·
Angin periodic setengah tahunan/angin
muson.
v
Angin local
Angin local adalah angin yang bertiup didaerah tertentu saja, antara lain :
·
Angin terjun (fohn)
·
Angin siklon dan angin anti siklon
Kecepatan dan arah angin
masing-masing diukur dengan anemometer dan penunjuk arah angin. Anemometer yang
lazim adalah anemometer cawan yang terbentuk dari lingkaran kecil sebanyak tiga
(kadang-kadang empat) cawan yang berputar mengitari sumbu tegak. Kecepatan
putaran mengukur kecepatan angin dan jumlah seluruh perputaran mengitari sumbu
itu memberi ukuran berapa jangkauan angin, jarak tempuh kantung tertentu udara
dalam waktu yang ditetapkan.
Angin secara umum diklasifikasikan menjadi 2
yaitu angin lokal dan angin musim. Angin lokal 3 macam yaitu Angin darat dan
angin laut Angin ini terjadi di daerah pantai. Angin lembah dan angin gunung
dan angin jatuh yang sifatnya kering dan panas. Sedang Angin musim ada 5 macam,
pertama angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah
subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Kedua angin anti passat.
Udara di atas daerah ekuator yang mengalir ke daerah kutub dan turun di daerah
maksimum subtropik merupakan angin anti passat. Ketiga angin barat. Sebagian
udara yang berasal dari daerah maksimum subtropis utara dan selatan mengalir ke
daerah sedang utara dan daerah sedang selatan sebagai angin barat. Keempat
angin timur. Angin timur bersifat dingin karena berasal dari daerah kutub.
Terakhir angin muson (monsun). Angin muson adalah angin yang berhembus secara
periodik (minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan yang lain
polanya akan berlawanan yang berganti arah secara berlawanan setiap setengah
tahun.
Faktor terjadinya angin ada empat.
Pertama gradien barometris yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari 2 isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan angin. Kedua letak
tempat. Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis khatulistiwa. Ketiga
tinggi tempat. Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula angin yang bertiup,
hal ini disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menghambat laju udara. Di
permukaan bumi, gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan
gaya gesekan yang besar. Semakin tinggi suatu tempat, gaya gesekan ini semakin
kecil. Terakhir waktu. Di siang hari angin bergerak lebih cepat daripada di
malam hari.
Erosi angin pada dasarnya disebabkan pengaruh
angin pada partikel-partikel yang ukurannya cocok untuk bergerak dengan
saltasi.
Erosi angin dapat dikendalikan :
(1) Bila partikel-partikel tanah dapat dibentuk ke dalam kelompok /
butiran yang terlalu besar ukurannya untuk bergerak dengan saltasi.
(2) Bila kecepatan angin dekat permukaan tanah dapat dikurangi melalui
penggunaan tanah oleh tanaman tertutup.
(3) Dengan menggunakan jalur-jalur tanggul / tanaman penutup lain yang
cukup untuk menangkap dan menahan partikel-partikel yang bergerak dengan
saltasi.
5. Kelembaban dan
pH Tanah
Kelembaban udara adalah banyaknya uap air yang
terkandung dalam udara.
Kelembaban udara dibedakan atas :
·Kelembaban spesifik yaitu banyaknya uap air yang dikandung dalam 1
kilogram udara.
·Kelembaban absolute yaitu densitas uap airsebanyak 12 gram. Rumus
Kelembapan Absolut:
Jumlah Uap Air
Kelembapan absolute = Volume
suatu tempat
·
Kelembaban relative/nisbi
yaitu perbandingan antara jumlah uap air yang ada secara nyata dengan jumlah
uapair maksimum yang mampu dikan dung oleh setiap unit volume udara dalam suhu
yang sama.
Jumlah Uap Air
Kelembapan absolute = Volume suatu tempat x 100%
Kelembapan udara menyatakan banyaknya uap air dalam udara. Jumlah uap
air dalam udara ini sebetulnya hanya merupakan sebagian kecil saja dari seluruh
atmosfer, yaitu hanya kira-kira 2 % dari jumlah masa. Akan tetapi uap air
ini merupakan komponen udara yang sangat penting ditinjau dari segi cuaca dan
iklim. Kandungan uap air atmosfer dapat diperlihatkan dengan berbagai cara. Tekanan
uap yang dinyatakan dalam minibar, tetapi dalam penggunaanya yang lebih sering,
satuan lainya dipakai untuk menyatakan kandungan uap air .
Kelembaban udara yang lebih tinggi pada udara dekat permukaan pada
siang hari disebabkan oleh penambahan uap air hasil evapotranspirasi dari
permukaaan. Proses ini berlangsung karena permukaan tanah menyerap radisi
matahari. Pada malam hari akan berlangsung proses kondensasi atau pengembunan
yang memanfaatkan uap air yang berasal dari udara oleh sebab itu kandungan uap
air di udara dekat tersebut akan berkurang.
Salah satu fungsi kelembaban udara dalah sebagai lapisan pelindung
permukaan bumi. Kelembaban udara dapat menurunkan suhu dengan cara menyerap
atau memantulkan, sekurang-kurangnya setelah radiasi matahari gelombang pendek
yang menuju kepermukaaan bumi. Ia juga menahan keluarnya radiasi matahari
gelombang panjang dari permukaan bumi pada waktu siang dan malam.
Semua uap air yang ada di dalam udara berasal dari penguapan. Penguapan
adalah perubahan air dari keadaan cair kekeadaan gas. Pada proses penguapan
diperlukan atau dipakai panas, sedangkan pada pengembunan dilepaskan panas.
Seperti diketahui, penguapan tidak hanya terjadi pada permukaan air yang
terbuka saja, tetapi dapat juga terjadi langsung dari tanah dan lebih-lebih
dari tumbuh-tumbuhan. Penguapan dari tiga tempat itu disebut dengan Evaporasi.
Kelembaban tanah merupakan faktor penting untuk kehidupan dan sangat
menarik untuk dikaji. Fungsi utama dari kelembaban tanah adalah mengontrol
pembagian air hujan yang turun ke bumi menjadi run off ataupun infiltrasi.
Kelembaban tanah sangat penting untuk studi potensi air dan studi neraca air.
6. Awan
Awan terjadi akibat adanya proses kondensasi dari uap air. Awan yang
mencapai permukaan bumi disebut kabut.

Pembagian awan
berdasarkan morfologi
·
Stratus
·
Stratokumulus
·
Kumulus
·
Nimbostratus
·
Kumolonimbus
·
Altokumulus
·
Altostratus
·
Sirus
·
Sirokumulus
·
Sirostratus
Awan adalah kumpulan titik air atau Kristal-kristal es
yang halus diatmosfir.
Berdasarkan bentuknya awan dibedakan :
·
Awan cumulus, berbentuk
bergumpal-gumpal seperti bulu domba
·
Awan stratus, berbentuk
berlapis-lapis
·
Awan cirrus, bentuk halus seperti
kapas
·
Awan nimbus, warna kelabu merupakan
sumber hujan
Berdasarkan ketinggiannya, awan dibedakan ;
·
Awan tinggi, ketinggian lebih 6000
m.
·
Awan sedang, terletak antara
2000-6000 m.
·
Awan rendah, terletak antara 0-2000
m.
·
Awan yang berkembang vertical, yaitu
awan yang ketinggian 500 m.
Awan merupakan kumpulan partikel
air yang melayang-layang di udara, sedangkan yang dekat dengan permukaan bumi
disebut kabut. Inti kondensasi merupakan titik air yang mengumpul pada
sekeliling partikel-partikel kecil. Inti- inti tersebut biasanya terdiri atas
asap, benda mikroskopik yang bersifat menyerap, dan kristal garam. Jenis awan
didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang
bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang
berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan
dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus.
7.
Hujan
Hujan
adalah peristiwa jatuhnya titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara
alami. Alat untuk mengukur besarnya curah hujan adalah ombrometer atau disebut raingauge. Berdasarkan
bentuknya hujan dibedakan sebagai berikut yaitu hujan air, hujan salju, hujan
es. Berdasar proses terjadinya hujan dibedakan yaitu hujan orografis yaitu
hujan yang terjadi di daerah pegunungan, hujan konveksi, hujan frontal hujan
yang terjadi di daerah sub tropis, hujan konvergen hujan yang terjadi karena
adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin. Berikut disajikan video
animasi sederhana proses terjadinya hujan.



Curah hujan yaitu
jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk
mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam
harian, bulanan, dan tahunan. Hujan ialah peristiwa sampainya air dalam
bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi. Garis
pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang mempunyai curah hujan yang sama
disebut Isohyet.
Ada empat jenis hujan berdasarkan
proses terjadinya:
1. Hujan konveksi
Adalah
hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu masa udara sehingga gerakan udara
naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.
2.
Hujan Orografis
Hujan orografis
adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan
dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut
membentuk awan yang menimbulkan hujan.
3.
Hujan Frontal
Hujan ini
terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik
dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.
4.
Hujan Konvergensi
Hujan
konvergensi adalah hujan frontal pada daerah konvergensi antar tropik yang
terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal.
5.
Hujan muson
Hujan muson terjadi karena
diperngaruhi oleh tiupan angin muson.
C. Alat Pengukur Iklim dan Cuaca
Ada beberapa alat untuk mengukur
iklim dan cuaca yaitu sebagai berikut:
Ø
Termometer Dinding
Ø
Termometer Maksimum – Minimum
Ø
Termometer Bola Basah –
Bola Kering.
Ø
Barometer Aneroid
Ø
Altimeter
Ø
Anometer
Ø
Higrometer
Ø
Ombrometer
Ø
Ph Meter
Ø
Alat Bantu PenunjukArah Angin.
Pengamatan dari
unsur / keadaan cuaca dan iklim memerlukan alat-alat meteorology yang pada
dasarnya sama dengan alat-alat ilmiah lainnya yang digunakan untuk penelitian
di laboratorium yang bersifat peka dan teliti dan harus memenuhi syarat kuat
dan sederhana. Alat-alat tersebut terdiri atas dua jenis yaitu,yang
dipakai/dipasang di ruang tertutup dan terbuka. Dari cara pembacaan juga dibagi
dua yaitu :
·
recording : dapat mencatat data
secara terus-menerus,sejak pemasangan sampai pergantian alat berikutnya. Contoh
: barograf , anemograf dll
·
non recording : alat yang digunakan
harus dibaca pada saat-saat tertentu untuk memperoleh data . Alat ini tidak
dapat mencatat dengan sendirinya, Contoh : barometer , anemometer , termometer
dll
Termometer

Termometer Alkohol

Termometer Raksa
Thermometer
harus dipasang mendatar di lapangan terbuka yang pemasangan alatnya menggunakan
alas kayu / besi sebagai penahan dan pada siang hari alat ini harus dilepas
menghindari sinar matahari lalu pada petang hari thermometer akan dipasang
kembali ,namun untuk lebih sederhananya dapat juga diberi pelindung atau dengan
menempelkan thermometer ke dinding
Higrometer

Higrometer

Higrometer Digital
Higrometer yang digunakan untuk mengukur
kelembaban udara ini menggunakan rambut manusia karena panjang rambutnya mudah
diukur. Higrometer dipasang di dalam sangkar steveson .
Pluviometer
Pluviometer
yang digunakan untuk meakar hujan ini tidak dapat mencatat sendiri ,corong alat
yang mempunyai bak penampung air hujan yang berbentuk silindris dan gelas
penakar hujan dengan skala sampai 25 mm ini harus ditaruh di tempat yang
terbuka dan datar ,dipasang dengan cara menyekrupnya pada balok kuatyang sudah
dicat putih dan ditanam pada pondasi beton ,tinggi corong dari permukaan tanah
120 cm.
Anemometer
Anemometer
digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin dan harus ditempatkan di
daerah terbuka , pada saat tertiup angina, baling-baling yang terdapat pada
anemometer akan bergerak sesuai arah angin dan di dalamnya terdapat alat
pencacah yang akan menghitung kecepatan angina dan lalu hasilnya akan
dicocokkan dengan Skala Beaufort.

Anemometer

Anemometer Digital
Kecepatan atau
kecepatan angin diukur dengan anemometer cup, instrumen dengan tiga atau empat
logam berlubang kecil belahan ditetapkan, sehingga mereka menangkap angin dan
berputar tentang batang vertikal. Sebuah catatan perangkat listrik revolusi
dari cangkir dan menghitung kecepatan angin. The anemometer kata berasal dari
kata Yunani untuk angin, “anemos.”
Mekanikal Anemometer
Pada 1450, seni
Italia arsitek Leon Battista Alberti menemukan anemometer mekanis pertama. Alat
ini terdiri dari sebuah disk ditempatkan tegak lurus terhadap angin. Ini akan
memutar dengan kekuatan angin, dan dengan sudut kemiringan disk kekuatan angin
sesaat menunjukkan itu sendiri. Jenis anemometer yang sama kemudian kembali
ditemukan oleh Inggris Robert Hookeyang sering keliru dianggap sebagai penemu
pertama anemometer. Bangsa Maya juga membangun menara angin (anemometers) pada
saat yang sama seperti Hooke. kredit referensi lain Wolfius sebagai
re-inventing anemometer di 1709.
Piala hemispherical Anemometer
The cup
anemometer hemispherical (masih digunakan sampai sekarang) diciptakan pada
tahun 1846 oleh peneliti Irlandia, John Thomas Romney Robinson dan terdiri dari
empat cangkir hemispherical. Cangkir diputar horizontal dengan angin dan
kombinasi roda mencatat jumlah revolusi pada waktu tertentu. Ingin membangun
sendiri anemometer cup hemispherical
Sonic Anemometer
Sebuah
anemometer sonik menentukan kecepatan dan arah angin sesaat (turbulensi) dengan
mengukur berapa banyak gelombang suara perjalanan antara sepasang transduser
yang dipercepat atau diperlambat oleh pengaruh angin. The anemometer sonik
ditemukan oleh ahli geologi Dr Andreas Pflitsch pada tahun 1994.
Wind Komputer “Wicom”
Pada tahun
1986, komputer angin pertama “Wicom” dilahirkan.
Fungsi Anemometer :
Pengamatan
unsur-unsur cuaca dan iklim memerlukan alat-alat meteorologi yang bersifat
peka, kuat, sederhana dan teliti
Anemometer
adalah alat yang digunakan untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Satuan
meteorologi dari kecepatan angin adalah Knots (Skala Beaufort). Sedangkan
satuan meteorologi dari arah angin adalah 0o – 360o serta arah mata angin.
Prinsip Kerja
Mengukur Kecepatan dan Arah Angin
Angin adalah
gerakan atau perpindahan masa udara pada arah horizontal yang disebabkan oleh
perbedaan tekanan udara dari satu tempat dengan tempat lainnya. Angin diartikan
pula sebagai gerakan relatif udara terhadap permukaan bumi, pada arah
horizontal atau hampir horinzontal. Masa udara ini mempunyai sifat yang
dibedakan antara lain oleh kelembaban (RH) dan suhunya, sehingga dikenal adanya
angin basah, angin kering dan sebagainya. Sifat-sifat ini dipengaruhi oleh tiga
hal utama, yaitu (1) daerah asalnya dan (2) daerah yang dilewatinya dan (3)
lama atau jarak pergerakannya. Dua komponen angin yang diukur ialah kecepatan
dan arahnya.
Lamanya
pengamatan maupun data hasil pencatatan biasanya disesuaikan dengan
kepentingannya. Untuk kepentingan agroklimatologi umumnya dicari rata-rata
kecepatan dan arah angin selama periode 24 jam (nilai harian). Berdasarkan
nilai ini kemudian dapat dihitung nilai mingguan, bulanan dan tahunannya. Bila
dipandang perlu dapat dilakukan pengamatan interval waktu lebih pendek agar
dapat diketahui rata-rata kecepatan angin periode pagi, siang, dan malam.
A. Kecepatan Angin
Kecepatan angin
adalah jarak tempuh angin atau pergerakan udara per satuan waktu dan dinyatakan
dalam satuan meter per detik (m/d), kilometer per jam (km/j), dan mil per jam (mi/j).
Satuan mil (mil laut) per jam disebut juga knot (kn); 1 kn = 1,85 km/j =
1,151mi/j = 0,514 m/d atau 1 m/d = 2,237 mi/j = 1,944 kn. Kecepatan angin
bervariasi dengan ketinggian dari permukaan tanah, sehingga dikenal adanya
profil angin, dimana makin tinggi gerakan angin makin cepat. Kecepatan angin
diukur dengan menggunakan alat yang disebut Anemometer atau Anemograf.
Ada beberapa
beberapa tipe Anemometer , yaitu :
Ø Anemometer dengan tiga atau empat mangkok
Sensornya
terdiri dari tiga atau empat buah mangkok yang dipasang pada jari-jari yang
berpusat pada suatu sumbu vertikal atau semua mangkok tersebut terpasang pada
poros vertikal. Seluruh mangkok menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila
angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor
tergantung kepada kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem mekanik roda
gigi, perputaran rotor mengatur sistem akumulasi angka penunjuk jarak tiupan
angin. Anemometer tipe “cup counter” hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan
angin selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang
dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya, menyatakan
akumulasi jarak tempuh angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut,
sehingga kecepatan anginnya adalah sama dengan akumulasi jarak tempuh tersebut
dibagi lama selang waktu pengamatannya.
Jenis anemometer menurut kecepatan
terdiri dari :
o
Anemometer piala
o
Anemometer kincir angin
o
Anemometer laser Doppler
o
Anemometer sonik
o
Anemometer bola pingpong
o
Anemometer hot-wire
Jenis anemometer mnurut tekanan
terdiri dari :
o
Anemometer piring
o
Anemometer tabung
Ø Anemometer propeler
Anemometer ini
hampir sana dengan anemometer di atas, bedanya hanya mangkoknya terpasang pada
poros horizontal.
Ø Anemometer tabung bertekanan.
Kerja
Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan
statis dan tekanan kecepatan Sehubungan dengan adanya perbedaan kecepatan angin
dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini
biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Untuk bidang
agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas
permukaan tanah. Untuk mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan
Panci Kelas A, dipasang anemometer setinggi 0,5 m. Dilapangan terbang
pemasangan umumnya setinggi 10 m. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang
cukup kuat. Untuk keperluan navigasi alat harus dipasang pada jarak 10 x tinggi
faktor penghalang seperti adanya bangunan atau pohon. Sebagian besar Anemometer
ini umumnya tidak dapat merekam kecepatan angin dibawah 1 atau 2 mi/j karena
ada faktor gesekan pada awal putaran.
B. Arah Angin
Yang dimaksud
dengan arah angin adalah arah dari mana tiupan angin berasal. Bila angin itu
datang dari Selatan, maka arah anginnya adalah Utara, datangnya dari laut,
dinyatakan angin laut. Arah angin untuk angi di daerah permukaan biasanya
dinyatakan dalam 16 arah kompas yang dikenal dengan istilah Wind Rose,
sedangkan untuk angin di daerah atas dinyatakan dengan derajat dimulai dari
arah Utara bergerak searah jarum jam sampai di arah yang bersangkutan. Bila
tidak ada tiupan angin maka arah angin dinyatakan dengan kode 00 dan bila angin
berasal dari titik utara dinyatakan dengan 3600. Arah angin tiap saat dapat
dilihat dari posisi panah angin (Wind Vane), atau dari posisi kantong angin
(Wind Sack). Pengamatan dengan kantong umumnya dilakukan dilapangan terbang.
Untuk dapat memberikan petunjukan arah yang lebih mudah dilihat maka panah
angin dihubungkan dengan sistem aliran listrik sehingga posisi panah
angin langsung ditunjukan oleh jarum pada kotak monitornya. Perkembangan lebih
lanjut dari sistem ini menghasilkan rekaman pada silinder berpias. Panah angin
umumnya dipasang bersama dengan mangkok anemometer dengan ketinggian 10 meter.
Campbell Stokes



Campbell stokes
ini digunakan untuk mengukur intesitas dan lama penyinaran matahari dan
dilengkapi dengan kartu khusus yang berperan sebagai pencatat data yang
dipasang di bawah lensa pada alat, kemudian diletakkan di tempat terbuka.
Radiasi adalah
suatu bentuk energi yang dipancarkan oleh setiap benda yang mempunyai suhu di
atas nol mutlak, dan merupakan satu – satunya bentuk energi yang dapat menjalar
di dalam vakum angkasa luar. Radiasi matahari yang jatuh ke bumi ini disebut
insolasi. Hampir 99 % energi radiasi matahari berada di daerah gelombang
pendek, yaitu antara 0,15 um dan 4,0 um, sehingga radiasi matahari dinamakan
pula radiasi gelombang pendek.
Radiasi
matahari dalam perjalanannya melewati atmosfer menuju permukaan bumi mengalami
penyerapan (absorpsi), pemantulan, hamburan dan pemancaran kembali atau
reradiasi.
Radiasi
matahari yang jatuh biasanya ditaksir dengan menggunakan alat perekam
penyinaran matahari yaitu dengan Campbell Stokes. Alat ini mengukur durasi atau
lamanya penyinaran matahari yang cerah dan terdiri dari sebuah bola pejal yang
terbuat dari gelas. Sinar matahari akan di fokuskan atau dipusatkan oleh bola
gelas tadi pada sutu kertas tebal yang peka dan khusus. Pias yang berskala pada
jam ini dipasang pada logam berbentuk setengah mangkok yang konsentris dengan
bola gelas tersebut. Sinar matahari yang difokuskan pada pias akan membakar dan
meninggalkan bekas pada pias. Durasi total penyinaran matahari cerah sepanjang
siang hari di dapatkan dengan mengukur panjang total dari bekas pada pias.
Evaporimeter Panci Terbuka

Evaporimeter
panci terbuka digunakan untuk mengukur evaporasi. Makin luas permukaan panci,
makin representatif atau makin mendekati penguapan yang sebenarnya terjadi pada
permukaan danau, waduk, sungai dan lain-lainnya. Pengukuran evaporasi dengan
menggunakan evaporimeter memerlukan perlengkapan sebagai berikut :
1.
Panci Bundar Besar
Terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat. Panci ini mempunyai garis
tengah 122 cm dan tingginya 25,4 cm.
2.
Hook Gauge
Suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci. Hook
Gauge mempunyai bermacam-macam bentuk, sehingga cara pembacaannya berlainan.
Untuk jenis cassella, terdiri dari sebuah batang yang berskala, dan sebuah
sekrup yang berada pada batang tersebut, digunakan untuk mengatur letak ujung
jarum pada permukaan air dalam panci. Sekrup ini berfungsi sebagai micrometer
yang dibagi menjadi 50 bagian. Satu putaran penuh dari micrometer mencatat
perubahan ujung jarum setinggi 1 mm. Hook gauge buatan Perancis mempunyai
micrometer yang dibagi menjadi 20 bagian. Dalam satu bagian menyatakan
perubahan tinggi jarum 0,1 mm, berarti untuk satu putaran penuh, perubahan
tinggi jarum sebanyak 2mm.
3.
Still Well
Bejana terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai
3 buah kaki. Pada tiap kaki terdapat skrup untu menyetel/ mengatur kedudukan
bejana agar letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang,
sehingga permukaan air dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam panci.
Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat
permukaan air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan pada panci,
sehingga penyetelan ujung jarum dapat lebih mudah dilakukan.
4.
Thermometer air dan thermometer
maximum/ minimum
Thermometer air merupakan jenis thermometer biasa yang dipasang tegak
dengan menggunakan klem. Letak bola thermometer di bawah permukaan air. Dengan
demikian suhu air dapat diketahui hanya pada waktu dilakukan pembacaan.
Floating maximum dan minimum thermometer digunakan untuk mencatat suhu maximum
dan minimumair yang terjadi dalam 24 jam. Pada umumnya alat ini terdiri dari
sebuah pipa gelas yang berbentuk huruf U dengan dua buah bola pada kedua
ujungnya. Thermometer dipasang pada rangka baja non magnetis yang terapung
sdikit di bawah permukaan air oleh pelampung aluminium. Kedua bola thermometer
dilindungi terhadap radiasi. Indeks dibuat dari gelas dengan sumbu besi dan
mempunyai pegas sehingga dapat dipengeruhi gaya magnet. Suhu maximum
ditunjukkan oleh kanan index dalam tabung atas. Suhu minimum ditunjukkan oleh
ujung kanan indeks dalam tabung bawah. Magnet batang digunakan untuk menyetel
kedudukan index setelah suhu dibaca
5.
Cup Counter Anemometer
Alat ini dipasang sebelah selatan dekat pusat panci, dengan
mangkok-mangkoknya sedikit lebih tinggi. Terutama sekali digunakan untuk
mengukur banyaknya angin selama 24 jam.
6.
Pondasi/ Alas
Dibuat dari kayu dicat sehingga tahan terhadap cuaca dan rayap. Bagian ata
kayu dicat putih untuk mengurngi penyerapan radiasi sinar matahari
7.
Penakar hujan biasa
Untuk memperoleh data curah hujan, yang digunakan dalam menentukan
penguapan pada hari-hari hujan. Penakar hujan dipasang +2m dari evaporimeter.
Psychrometer Bola Basah dan Bola Kering

Alat-alat untuk
mengukur Relative Humidity dinamakan Psychrometer atau Hygrometer. Pada umumnya
alat bola kering dan bola basah dinamakan Psychrometer. Dengan Hygrometer,
Relative Humidity dapat langsung dibaca. Hygrometer ialah alat yang mencatat
Relative Humidity.
Psychrometer ini terdiri dari dua
buah thermometer air raksa, yaitu :
1. Thermometer Bola Kering : tabung air raksa
dibiarkan kering sehingga akan mengukur suhu udara sebenarnya.
2. Thermometer Bola Basah : tabung air
raksa dibasahi agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh,
yaitu; suhu yang diperlukan agar uap air dapat berkondensasi.
Suhu udara
didapat dari suhu pada termometer bola kering, sedangkan RH (kelembaban
udara) didapat dengan perhitungan:
Hal-hal yang
sangat mempengaruhi ketelitian pengukuran kelembaban dengan mempergunakan
Psychrometer ialah :
a.
Sifat peka, teliti dan cara membaca
thermometer-thermometer
b.
Kecepatan udara melalui Thermometer
bola basah
c.
Ukuran, bentuk, bahan dan cara
membasahi kain
d.
Letak bola kering atau bola basah
e.
Suhu dan murninya air yang dipakai
untuk membasahi kain
Penakar Hujan Jenis Hellman

Penakar hujan
jenis Hellman termasuk penakar hujan yang dapat mencatat sendiri. Jika hujan
turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat
pelampung. Air ini menyebabkan pelampung serta tangkainya terangkat (naik
keatas). Pada tangkai pelampung terdapat tongkat pena yang gerakkannya selalu
mengikuti tangkai pelampung. Gerakkan pena dicatat pada pias yang ditakkan/
digulung pada silinder jam yang dapat berputar dengan bantuan tenaga per. Jika
air dalam tabung hampir penuh, pena akan mencapai tempat teratas pada pias.
Setelah air mencapai atau melewati puncak lengkungan selang gelas, air dalam
tabung akan keluar sampai ketinggian ujung selang dalam tabung dan tangki
pelampung dan pena turun dan pencatatannya pada pias merupakan garis lurus
vertikal. Dengan demikian jumlah curah hujan dapat dhitung/ ditentukan dengan
menghitung jumlah garis-garis vertikal yang terdapat pada pias.
II.4.
Klasifikasi Iklim
- Iklim matahari
Pembagian iklim matahari didasarkan
pada kedudukan matahari terhadap muka bumi. Iklim matahari dibedakan menjadi
empat yaitu :
- iklim tropic
- Iklim sebtropik
- Iklim sedang
- Iklim dingin
- Iklim fisis
Iklim fisis didasarkan pada keadaan
sesungguhnya di permukaan bumi. Tipe-tipe iklim fisis yaitu :
- Iklim kontinental
Iklim ini
dipengaruhi oleh ilim darat yang ditandai dengan amplitude suhu harian tinggi
dan amplitudo tahunan juga tinggi.
- Iklim maritime
Iklim ini
dipengaruhi oleh angin laut yang ditandai dengan amplitudo suhu harian rendah
dan amplitudo suhu tahunana juaga rendah.
- Iklim dataran tinggi
Iklim ini
dipengaruhi oleh angin gunung yang ditandai dengan amplitude suhu harian besar,
tekanan udara rendah,udara kering, sinar matahari sangat terik, dan jarang
turun hujan.
- Iklim muson
Iklim muson ini berada didaerah yang dilalui oleh
angin muson yang bertiup enam bulan sekali iklim ini ditandai dengan deriupnya
angin setangah tahun membawa hujan dan setengah tahun yang menimbulkan kemarau.
Kelasifikasi menurut para ahli yaitu :
1. Menurut koppen
Pada tahun
1918 Dr. Waldamir Koppen (Jerman) dalam bukunya Grundisserder Klimatologie,
mempperkenalkan ilmu iklim dunia menjadi 5 tipe, yaitu A, B, C, D dan E serta
ditambah huruf kecil. Dasar klasifikasi adalah:
a.
Suhu udara
b.
Curah
hujan
c.
Pennguapan
Adapun
pembagian iklim tersebut sebagai berikut:
1) Ikllim
tipe A (iklim hutan tropis) atau hjan tropis
o
Hujan
rata-rata tahunan > 60 cm
o
Suhu
terdingin > 180C
o
Hujan
rata-rata tahunan 200C – 250C
Ø
Af: panas,
basah terdapat hutan rimba (Irian, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan)
Ø
Am:
tropis, musim kering 2-3 bulan (Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tengah, Irian bagian selatan)
Ø
As:
savana, musim dingin kering (Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Nusa
Tenggara)
Ø As: savana, musim panas kering
2) Iklim
tipe B (kering)
o
Curah
hujan sedikit
o
Penguapan
tetap tinggi
Ø
Bs: stepa,
padang rumput
Ø Bw: iklim gurun, padang pasir
3) Iklim
tipe C (sedang)
o
Suhu bulan
terdingin < 100C dan > -30 C
o
Suhu bulan
terpanas > 100C
o
Curah
hujan banyak
Ø
Cw: iklim
sedang dengan musim dingin kering
Ø
Cs: iklim
sedang musim panas kering
Ø Cf: iklim sedang basah
4) Iklim
tipe D (iklim boreal/hujan salju)
o
Suhu
rata-rata bulan terdingin < -30 C
o
Suhu
rata-rata bulan terpanas > 100 C
Ø
Df: boreal
musim dingin basah
Ø Dw: boreal musim dingin kering
5) Iklim
tipe E (kutub)
o
Penuh
salju
o
Bilan
terpanas < 100C
o
Terdapat
tumbuhan lumut
Ø
Et: tundra
Ø
Ef: es
abadi
Ø Efn: iklim didataran tinggi > 3.000 m suhu
terpanas < 00C
Koppen
menentukan tipe iklim dengan mencari jumlah bulan basah dan bulan kering,
kemudian dihubungkan dengan garis lurus pada diagram Koppen dengan mengambil
data curah hujan dalam setahun.
2. Menurut Schmidt-ferguson
Klasifikasi ini berdasarkan pada
perhitungan indeks nilai Q dengan cara menghitung jumlah curah hujan tiap-tiap
bulan.
Rumus penghitungan Q :
Q = rata-rata bulan kering x 100%
rata-rata bulan basah
Schmidt-Fergushon membagi iklim
Indonesia menjadi delapan tipe yaitu :
- Iklim A; sangat basah, qilai Q = 0-14,3%
- Iklim B; basah, nilai Q = 14,3-33,3%
- Iklim C; agak basah, nilai Q = 33,3-60%
- Iklim D; sedang, nilai Q = 60-100%
- Iklim E; agak kering, nilai Q = 100-167%
- Iklim F; kering; nilai Q = 167-300%
- Iklim G; sangat kering, nilai Q = 300-700%
- Iklim H; luar biasa kering, nilai Q = >700%
|
SIMBOL
|
INDEKS
|
Q DALAM %
|
|
0
|
0,0
|
|
|
A
|
1
|
14,3
|
|
B
|
2
|
33,3
|
|
C
|
3
|
60,0
|
|
D
|
4
|
100,0
|
|
E
|
5
|
167,5
|
|
F
|
6
|
300,0
|
|
G
|
7
|
700,0
|
|
H
|
8
|
3. Menurut Oldeman
Menurut dia didasarkan atas jumlah
bulan basah secara berurutan dan jumlah bulan kering.
- A = jika terdapat 9 bulan basah berurutan
- B = jika terdapat 7-9 bulan basah berurutan
- C = jika terdapat 5-6 bulan basah berurutan
- D = jika terdapat 3-4 bulan basah berurutan
- E = jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan
- Menurut F.W.Junghuhn
Menurutnya diklasifikasi dengan cara
menghitung ketinggian tempat dan jenis tanaman. Junghuhn membagi iklim menjadi
empat zona yaitu :
- Daerah panas
- Daerah sedang
- Daerah sejuk
- Daerah dingin
II.5. Gejala-Gejala Cuaca
Gejala cuaca adalah serangkaian
gejala alam yang terbentuk karena temperature, kelembaban dan tekanan udara.
gejala-gejala cuaca yaitu:
- Kilat, Guntur dan petir
Kilat adalah
aliran listrik dalam bentuk sinar atau cahaya yang muncul secara tiba-tiba dari
antara dua awan yang berbeda muatan listrik.
- Kabut
Kabut adalah
udara lembab yang berisikan jutaan butir air kecil halus yang letaknya dekat
diatas permukaan tanah
Macam-macam
kabut :
- Kabut slokan / kabut sawak
- Kabut pemancaran
- Kabut adveksi
- Kabut yang terjadi dikota industry
- Awan
Awan adalah
kumpulan titik air atau Kristal-kristal es yang halus diatmosfir.
II.6. Gejala Optic Di
Atmosfer
- Pelangi

Pelangi adalah busur warna di udara yang terdiri dari
warna merah,jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
- Halo

Halo adalah lingkaran sinar putih yang mengelilingi
bulan atau matahari
- Aurora

Aurora adalah gejala berupa cahaya yang bersinar pada
malam hari di sekitar kutub.
- Sandikala

Sandikala adalah cahaya berwarna merah kekuningan yang
tampak di ufuk barat mengiringi matahari terbenam.
- Fatamorgana

Fatamorgana adalah suatu ilusi optic yang disebabkan
pantulan cahaya oleh lapisan udara dengan temperature yang berlainan dekat
permukaan tanah.
II.7. Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah berubahnya
kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang
membawa dampak luas terhadap berbagai sektorkehidupan manusia.
Indonesia mempunyai karakteristik
khusus, baik dilihat dari posisi, maupun keberadaanya, sehingga mempunyai
karakteristik iklim yang spesifik. Di Indonesia terdapat tiga jenis iklim yang
mempengaruhi iklim di Indonesia, yaitu iklim musim (muson), iklim tropica
(iklim panas), dan iklim laut. Namun sekarang, iklim di Indonesia menjadi lebih
hangat. Iklim tersebut telh berubah sejak abad 20. Suhu rata-rata tahunan telah
meningkat sekitar 0,3oC sejak 1900. Curah hujan tahunan telah turun
sebesar 2 hingga 3 persen di wilayah Indonesia dalam abad ini. Curah hujan di
beberapa bagian wilayah Indonesia ini dipengaruhi kuat oleh kejadian El-Nino.
Di lain hal, IPCC juga mengungkapkan bahwa selama 100 tahun terakhir
(1906-2005) temperatur permukaan bumi rata-rata telah naik sekitar 0,74oC
dengan pemanasan yang lebih besar pada daratan dibandingkan dengan lautan.
Tingkat pemanasan rata-rata selama 50 tahun terakhir hampir dua kali lipat dari
yang terjadi pada 100 tahun terakhir.
Salah satu hal yang mempengaruhi adanya perubahan iklim tersebut adalah Efek
Rumah Kaca yang merupakan hasil dari penyerapan energi oleh gas-gas tertentu yang
terdapat di atmosfer dan meradiasikan kembali sebagian dari paanas tersebut ke
bumi. Tanpa adanya efek rumah kaca yang alami, suhu di permukaan bumi aka
berada pada angka -18oC, bukan seperti suhu saat ini. Setiap gas
rumah kaca mempunyai efek pemanasan global yang berbeda. Pemanasan global
merupakan peningkatan rata-rata temperatur atmosfer yang dekat dengan permukaan
bumi dan troposfer, yang dapat berkontribusi pada perubahan pola iklim global.
Perubahan iklim merupakan sesuatu yang sulit untuk dihindari dan memberikan
dampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Indonesia beresiko mengalami
kerugian yang signifikan terhadap perubahan iklim tersebut. Karena
keberadaannya pulasebagai negara kepulauan, Indonesia sangat rentan terhadap
dampak perubahan iklim. Kekeringan yang semakin panjang, frekuensi peristiwa
cuaca ekstrem yang semakin sering, dan curah hujan tinggi yang berujung pada
bahaya banjir besar; -semuanya merupakan contoh dari dampak perubahan
iklim. Terendamnya sebagian daratan negara, -seperti yang terjadi di
Teluk Jakarta-, telah mulai terjadi. Demikian pula, keberagaman spesies
hayati yang sangat kaya dimiliki Indonesia juga berada dalam resiko yang sangat
besar. Pada gilirannya, hal ini akan membawa efek yang merugikan bagi sektor
pertanian, perikanan dan kehutanan, sehingga berujung kepada terciptanya
ancaman atas ketersediaan pangan dan penghidupan.
Perubahan iklim tersebut, salah satunya pemanasan global juga akan menaikkan
level permukaan air laut, sehingga menggenangi daerah pesisir produktif yang
sekarang digunakan sebagai lahan pertanian. Misalnya, di daerah Karawang,
Jawa Barat, suplai beras lokal akan mengalami reduksi besar sebagai dampak dari
penggenangan tersebut. Juga, kerugian dari sektor produksi ikan dan udang
di daerah yang sama dapat mencapai angka sebesar lebih dari 7.000 ton.
Jika prediksi ini menjadi nyata, beribu-ribu petani di kawasan tersebut harus
mencari sumber penghidupan yang lain.
Tak hanya itu, perubahan iklim juga akan meningkatkan dampak buruk dari wabah
penyakit yang ditularkan melalui air atau vektor lain seperti nyamuk.
Pada akhir dekade 1990an, El Nino dan La Nina diasosiasikan dengan wabah
malaria dan DBD. Akibat dari meningkatnya temperatur, malaria kini juga
mengancam daerah yang sebelumnya tak tersentuh karena suhu dingin, seperti
dataran tinggi Irian Jaya (2013 m. di atas permukaan laut) pada tahun 1997 (Climate
Hotmap). Riset juga telah mengkonfirmasi hubungan antara peningkatan
temperatur dan mutasi virus DBD. Ini berarti kasus-kasus DBD yang ada
menjadi lebih sulit ditangani dan menimbulkan lebih banyak korban jiwa.
Masalah kesehatan lainnya juga dapat diperparah karena perubahan
iklim. Contohnya, manusia dengan penurunan fungsi jantung sangat mungkin
menjadi lebih rentan dalam cuaca yang panas karena mereka membutuhkan energi
lebih untuk mendinginkan tubuh mereka. Suhu panas juga dapat mencetuskan
masalah pernapasan. Konsentrasi zat ozone di level permukaan tanah akan
meningkat karena pemanasan suhu. Ini akan menyebabkan kerusakan pada
jaringan paru-paru manusia.
II.8. Dampak Perubahan Iklim
Tentu saja dari perubahan iklim ini
dapat menimbulkan dampak negative. Untuk Indonesia sendiri, ada sejumlah dampak
perubahan iklim seperti :
1. Ekosistem
Ø Kemungkinan punahnya 20-30 persen spesies tanaman dan hewan bila terjadi
kenaikan suhu rata-rata global sebesar 1,5-2,5 derajat Celcius.
Ø Bertambahnya CO2 di atmosfer akan meningkatkan tingkat keasaman laut. Hal
ini berdampak negative pada organisme-organisme laut seperti terumbu karang dan
spesies-spesies yang hidupnya bergantung pada organisme tersebut.
2. Pangan dan hasil hutan
Ø Diperkirakan produktivitas pertanian didaerah tropis akan mengalami
penurunan bila terjadi kenaikan suhu rata-rata global antara1-2 derajat
Celcius, sehingga meningkatkan resiko bencana kelaparan.
Ø
Meningkatnya frekuensi kekeringan
dan banjir akan memberikan dampak negative pada produksi local terutama pada
penyediaan pangan di subtropics dan tropis.
3. Pesisir dan dataran rendah
Ø Daerah pantai akan semakin rentan terhadap erosi pantai dan naiknya
permukaan air laut. Kerusakan pesisir akan diperparah oleh tekanan manusia
didaerah pesisir.
Ø Diperkirakan tahun 2080, jutaan orang akan terkena banjir setiap tahun
karena naiknya permukaan air laut. Resiko terbesar adalah dataran rendah yang
padat penduduknya dengan tingkat adaptasi yang rendah. Penduduk yang paling
terancam adalah yang berada di delta-delta Asia dan Afrika, namun yang paling
rentan adalah penduduk di pulau-pulau kecil.
4. Sumber dan Manajemen air tawar
Ø Rata-rata aliran air sungai dan ketersediaan air didaerah subpolar dan
daerah tropis basah diperkirakan akan meningkat 10-40 persen.
Ø Sementara didaerah subtropics dan daerah tropis yang kering, air akan
berkurang 10-30 persen, sehingga daerah-daerah yang sekarang sering mengalami
kekeringan akan semakin parah kondisinya.
5. Industri, permukiman dan
masyarakat
Ø Industri, permukiman dan masyarakat yang paling rentan umumnya berada
didaerah pesisir dan bantaran sungai, serta mereka yang ekonominya terkait erat
dengan sumber daya yang sensitive terhadap iklim, serta mereka yang tinggal
didaerah-daerah yang sering dilanda bencana ekstrem, dimana urbanisasi
berlangsung dengan cepat.
Ø Komunitas miskin sangat rentan karena kapasitas beradaptasi yang
terbatas,serta kehidupan mereka sangat tergantung kepada sumberdaya yang mudah
terpengaruh oleh iklim seperti persediaan air dan makanan.
6. Kesehatan
Ø Penduduk dengan kapasitas beradaptasi rendah akan semakin rentan terhadap
diare, gizi buruk, serta berubahnya pola distribusi penyakit-penyakit yang
ditularkan melalui berbagai serangga dan hewan.
Meski tingkat emisi GRK terus
meningkat, ada banyak peluang untuk menguranginya. Salah satu cara melalui
perubahan gaya hidup dan pola konsumsi. IPCC memberikan rekomendasi kebijakan
dan instrument yang dinilai efektif menurunkan emisi GRK, seperti :
Sektor Energi
·
Mengurangi subsidi bahan bakar
fosil.
·
Pajak karbon untuk bahan bakar
fosil.
·
Kewajiban menggunakan energi
terbarukan.
·
Penetapan harga listrik bagi energi
terbarukan.
·
Subsidi bagi produsen
Sektor Transportasi
·
Kewajiban ekonomi bahan bakar,
penggunaan biofuel dan standar CO2 untuk alat transportasi jalan raya.
·
Pajak unstuck plebeian endbrain,
STNK, bahan bakar serta tarif penggunaan jalan dan parker.
·
Merancang kebutuhan transportasi
melalui regulasi penggunaan lahan serta perencanaan infrastruktur.
·
Melakukan investasi pada fasilitas
angkutan umumdan transportasi tak bermotor.
Sektor Gedung
·
Menerapkan standard dan pemberian
label pada berbagai peralatan.
·
Sertifikasi dan regulasi gedung
·
Program-program demand side
management.
·
Percontohan oleh kalangan pemerintah
termasuk pengadaan.
·
Insentif untuk energy services
company.
Sektor Industri
·
Pembuatan standar
·
Subsidi, pajak untk kredit.
·
Izin yang dapat diperjualbelikan
·
Perjanjian sukarela.
Sektor pertanian
·
Insentif financial serta
regulasi-regulasi untuk memperbaiki manajemen lahan, mempertahankan kandungan
karbon didalam tanah, penggunaan pupuk dan irigasi yang efisien.
Sektor kehutanan
·
Insentif financial (nasional dan
internasional) untuk memperluas area hutan, mengurangi deforestasi,
mempertahankan hutan, serta manajemen hutan.
·
Regulasi pemanfaatan lahan serta
penegakan regulasi tersebut.
Sektor manajemen limbah
·
Insentif financial untuk manajemen
sampah dan limbah cair yang lebih baik.
·
Insentif atau kewajiban meggunakan
energi terbarukan.
·
Regulasi manajemen limbah.
Selain itu kita sebagai masyarakat
dapat melakukan upaya pengurangan emisi seperti :
ü Gunakan penerangan secara efisien dan efektif. Penggunaan lampu hemat
energi dan jadwal penerangan rumah yang tepat
ü
Gunakan peralatan elektronik,
seperti komputer,TV, radio dan AC, seperlunya saja.
ü
Kurangi penggunaan kendaraan
bermotor pribadi.
ü
Maksimalkan penggunaan kendaraan
umum dan jika terpaksa menggunakan kendaraan pribadi, upayakan untuk berbagi
dengan mereka yang memiliki tujuan sama.
ü
Berjalan kaki maupun memanfaatkan
angkutan tak bermotor untuk jarak dekat.
ü
Jika harus memiliki kendaraan
pribadi, pilih yang penggunaan bahan bakarnya lebih hemat dengan jenis bahan
bakar yang lebih bersih.
ü
Kejelian dalam memilih produk
merupakan bantuan besar dalam mengendalikan emisi GRK. Secara keseluruhan,
produk lokal akan memberikan emisi GRK yang lebih kecil dibandingkan produk
impor. Sebab produk impor akan mengemisikan GRK dalam proses transportasinya
dari negara asal ke negara tujuan.
ü Jangan lupa, tanamlah pohon di sekitar lingkungan anda tinggal. Selain
berguna untukmenyegarkan udara di sekitarnya, pepohonan juga berfungsi untuk
menyerap emisi GRK.
Perubahan iklim jelas menyengsarakan
kehidupan umat manusia. Kerugian materi dan juga korban nyawa adalah akibat
yang harus kita terima. Oleh karena itu, sudah saatnya kita, pemerintah,
industri dan masyarakat, bahu-membahu berupaya untuk menghambat terjadinya
perubahan iklim.
II.9. Manfaat Iklim dan Cuaca dalam Kehidupan Sehari-Hari
Informasi tentang iklim dan
cuaca sangat bermanfaat bagi kehidupan, antara lain sebagai berikut :
1.
Bidang Pertanian
Suhu, curah hujan, dan pola musim sangat berpengaruh terhadap usaha
pertanian. Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, maka
sangat cocok sekali untuk usaha pertanian, karena udaranya yang panas dan
mendapatkan curah hujan sepanjang tahun.
2.
Bidang Perhubungan / Transportasi
Faktor cuaca, curah hujan, dan kecepatan angin sangat menentukan dalam
dunia perhubungan, terutama untuk kelancaran sarana transportasi pesawat
terbang dan kapal laut. Penerbangan di daerah yang beriklim tropis biasanya
tidak senyaman penerbangan di daerah iklim sedang, karena di daerah beriklim
tropis udara selalu lembap banyak ditutupi oleh awan sehingga penerbanagn
terganggu.
3.
Bidang Parawisata
Indonesia yang beriklim tropis memiliki beraneka ragam flora dan auna.
Keanekaragaman tersebut banyak mengundang wisatawan, baik wisatawan domestik
maupun wisatawan asing yang ingin menikmatinya.
4.
Pemanfaatan iklim dalam bidang
industri
Industri tidak bisa lepas kaitannya dengan iklim. Suatu pabrik kertas
tidak mungkin didirikan di daerah dengan iklim yang dingin. Semestinya agar
kertas tidak rusak maka pabrik kertas didirikan di daerah yang iklimnya panas. Industri
elektronik seperti AC (air Conditioner) juga berkembang di Indonesia untuk
mengatasi keadaan cuaca yang panas, sedangkan industri-industri kecil seperti
pengrajin payung, topi, jas hujan, dan lain-lainnya berkembang untuk
menyediakan sarana perlindungan terhadap air hujan.
BAB III.
PENUTUP
III.1.
Kesimpulan
Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas
dan dalam waktu yang relatif lama.Sedangkan cuaca adalah keadaan udara pada
suatu waktu yang relatif singkat dan tempat yang relatif sempit.
Perubahan cuaca dan iklim dipengaruhi oleh unsur : radiasi
matahari(surya), tekanan udara, suhu atau temperatur udara, kelembaban dan pH
tanah, angin, awan, hujan.Ada beberapa alat untuk mengukur
cuaca yaitu : termometer dinding, termometer maksimum-minimum, termometer
bola basah – bola kering, barometer aneroid, altimeter, anometer, higrometer,
ombrometer, ph meter, alat bantu penunjukarah angin.
Iklim di
klasifikasi menjadi iklim matahari dan iklim fisis, dan ada juga iklim yang di
klasifikasi oleh para ahli yaitu : koppen, Schmidt-ferguson, oldeman, F.W.Junghuhn.
Gejala cuaca adalah serangkaian
gejala alam yang terbentuk karena temperature, kelembaban dan tekanan udara. Gejala-gejala
cuaca yaitu: kilat, guntur dan petir, kabut, awan (kumpulan titik air atau
kristal-kristal es yang halus diatmosfir).Sedangkan gejala optic dibumi yaitu :
pelangi, halo (lingkaran sinar putih yang mengelilingi bulan atau matahari),
aurora (gejala berupa cahaya yang bersinar pada malam hari di sekitar kutub),
sandikala, fatamorgana.
Perubahan iklim adalah berubahnya
kondisi fisik atmosfer bumi antara lain suhu dan distribusi curah hujan yang
membawa dampak luas terhadap berbagai sektorkehidupan manusia. Tentu saja dari
perubahan iklim ini dapat menimbulkan dampak negative. Selain itu kita sebagai
masyarakat dapat melakukan upaya pengurangan emisi.
Manfaat iklim dan
cuaca dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada bidang pertanian, perhubungan /
transportasi, parawisata, dan bidang industi.
DAFTAR PUSTAKA
Sulistiyanto.
Iwan Gatot. 2009. Geografi 1 : untuk Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah
Kelas X, Jakarta : Pusat perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Wikipedia.2012.Iklim,(Online),(http://wikipedia.org/wiki/Iklim,diakses 05 desember
2012).
Wikipedia.2012.Cuaca,(Online),(http://wikipedia.org/wiki/Cuaca,diakses 05 desember
2012).
Waluyo Joko, S. Pd. GBPP Geografi untuk SMU tahun 1994 dan Suplemen 1999.
Penerbit: GRAHA PUSTAKA, Jakarta.
http://zakyways.blogspot.com/2011/05/kondisi-geografis-indonesia.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar